Friday, February 4, 2011

mendengar bacaan al-quran


sumber : google

Di dalam ajaran Islam, bukan membaca Al-Quran saja yang menjadi ibadah dan amal yang mendapat pahala dan rahmat, tetapi mendengarkan bacaan Al-Quran pun begitu juga.

Tentang pahala orang mendengarkan bacaan Al-Quran dengan jelas dalam surah (7) Al-A'raaf ayat 204 disebut sebagai berikut: Artinya: "Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikan lah tenang, agar kamu mendapat rahmat"

Mendengarkan bacaan Al-Quran dengan baik, dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat Allah, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al-Quran dengan baik.

Demikian besar mukjizat Al-Quran sebagai wahyu Ilahi, yang tidak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya. Malahan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al-Quran; dan bila Al-Quran dibaca dengan lidah yang fasih, dengan suara yang baik dan merdu akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya.

Bagaimana keadaan orang Mukmin tatkala mendengarkan bacaan Al-Quran itu digambarkan oleh firman Allah sebagai berikut:

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka kerana-Nya dan kepada Allah lah mereka bertawakkal." Surah (8) An-Anfaal (ayat 2)

Diriwayatkan bahawa pada suatu malam, Nabi Muhammad S.A.W mendengarkan Abu Musa Al-AAsy'ari membaca Al-Quran sampai jauh malam. Sepulang beliau di rumah, beliau ditanya oleh isteri beliau Aisyah r.a., apa sebabnya pulang sampai jauh malam. Rasulullah menjawab, bahawa beliau terpikat oleh kemerduan suara Abu Musa Al-Asy'ari membaca Al-Quran, seperti merdunya suara Nabi Daud a.s.

Di dalam riwayat, banyak sekali disasterakan, betapa pengaruh bacaan Al-Quran pada masa Rasulullah terhadap hati orang-orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al-Quran itu. Tidak sedikit hati yang pada mulanya keras dan marah kepada Nabi Muhammad S.A.W serta pengikut-pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan mahu mengikuti ajaran Islam.

Rasulullah sendiri sangat gemar mendengarkan bacaan Al-Quran dari orang lain. Dalam sebuah hadith; yang diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan, bahawa Abdullah Ibnu Mas'ud menceritakan sbg berikut:

Rasulullah berkata kepadaku: "Hai Ibnu Mas'ud, bacakanlah Al-Quran untukku!". Lalu aku menjawab: "Apakah aku pula yang membacakan Al-Quran untukmu, ya Rasulullah, padahal Al-Quran itu diturunkan Tuhan kepadamu?". Rasulullah menjawab: "Aku senang mendengarkan bacaan Al-Quran itu dari orang lain."

Kemudian Ibnu Mas'ud membacakan beberapa ayat dari surat An-Nisaa'. Maka tatkala bacaan Ibnu Mas'ud itu sampai kepada ayat 41 yang berbunyi:

Artinya: "Maka bagaimanakah(hal orang kafir nnti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul dan nabi) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu(umatmu)." sedang ayat itu sangat mengharukan hati Rasulullah, lalu beliau berkata: "Cukuplah sekian saja, ya Ibnu Mas'ud!". Ibnu Mas'ud melihat Rasulullah menitiskan air matanya serta menundukkan kepalanya.

credits to http://mutmuttaqim.blogspot.com/2010_03_01_archive.html


No comments: